rumah ideal

5 Syarat Terpenuhinya Predikat Rumah Ideal (Persyaratan Hunian Layak)

Posted on

Ideal merupakan kata yang dapat mempengaruhi pola pikir seseorang untuk bertindak sesuai dengan standar. Ideal bisa menjadi sesuatu yang ingin dicapai. Konsep ini juga berlaku bagi orang yang ingin membangun rumah.

Tak sedikit orang yang beranggapan rumah ideal merupakan tempat tinggal yang luas dilengkapi dengan perabot yang lengkap. Desain yang menarik juga bisa menjadi tolok ukur seseorang bercita-cita memiliki rumah yang ideal. Setidaknya ada lima syarat untuk rumah yang ideal.

  • Struktur Pembentuk Rumah Yang Kuat

Sejatinya rumah terdiri dari struktur-struktur bangunan yang saling terhubung. Setiap bagian struktur pembentuk rumah memiliki tujuan, sifat dan material tersendiri. Struktur dari rumah tersebut terdiri dari bagian bawah dan atas.

Sebagai alas rumah, pondasi menjadi bagian penting karena berfungsi menahan beban bangunan yang ada diatasnya. Pondasi yang kokoh menjadi hal yang perlu diperhitungkan dengan benar. Kualitas dari pondasi menentukan jangka waktu ketahanan rumah.

Sedangkan dinding rumah berfungsi sebagai tanda pemisah antar ruang, pembatas bagian dalam dan luar rumah. Dinding juga memiliki fungsi menahan beban diatasnya apabila terletak di tengah bangunan rumah.

  • Tersedia Ventilasi Udara Yang Baik

Ketersediaan ventilasi udara yang cukup membuat sirkulasi udara lancar. Kadar oksigen di dalam rumah akan tetap terjaga. Pergerakan udara yang lancar akan menjaga kelembapan rumah. Selain itu, udara di dalam rumah terasa segar karena lancarnya udara yang keluar-masuk rumah.

Ventilasi udara yang baik bukan hanya berasal dari jendela. Sistem cross ventilation atau ventilasi silang dapat memaksimalkan sirkulasi hawa dalam ruangan. Apabila kesulitan membuat sistem ventilasi silang, bisa membuat ventilasi berbentuk lubang angin.

Besaran ukuran dan letak ventilasi rumah mempengaruhi tingkat kenyamanan, keamanan dan kesehatan penghuni rumah. lubang-lubang ventilasi dapat ditempatkan pada bagian depan dan samping rumah. Taman di halaman akan lebih membantu setiap anggota keluarga bernapas lega.

  • Pencahayaan Yang Cukup

Pencahayaan yang baik bagi rumah adalah cahaya alami dari sinar matahari bukan cahaya lampu. Cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah dapat mengurangi kelembapan karena sinar alami yang menghangatkan.

Sedangkan cahaya lampu akan mengeluarkan panas sehingga udara menjadi pengap. Kurangnya sinar matahari, mengakibatkan ruangan menjadi lembap. Kondisi yang lembap menjadi tempat berkembang biak lumut dan sarang penyakit.

Rumah yang berdempet-dempetan, sangat sulit untuk mendapatkan cahaya matahari dari jendela. Ini karena tidak ada ruang yang cukup dari sisi kanan maupun kiri. Sinar hanya menembus salah satu ruangan yang terpasang jendela.

Untuk mengakali masalah tersebut, bisa menggunakan genteng kaca pada bagian atap. Dengan begitu, ruangan akan mendapatkan sinar alami. Hanya saja tidak direkomendasikan memasang genteng kaca berlebihan karena cahaya bisa membuat mata sakit.

  • Kondisi Lantai Kedap Air

Kondisi lantai dapat mempengaruhi seberapa layak rumah yang dihuni. Salah satu syarat agar terbentuk rumah yang ideal adalah lantai yang kedap air. Material yang digunakan sangat beragam, seperti semen, kayu, ubin dan keramik.

Lantai yang tidak kedap air dapat menyebabkan becek. Tidak ada anggota keluarga yang merasa nyaman melangkahkan kaki di lantai yang becek. Genangan air yang tidak segera dibersihkan dapat membahayakan penghuni rumah dan menjadi sarang penyakit.

Karena berpengaruh terhadap kehidupan penghuni rumah, pembentukan lantai perlu mendapat perhatian lebih. Material yang digunakan harus dipertimbangkan secara matang. Pemilihan material lantai setidaknya harus disesuaikan dengan fungsi ruangan.

ketika fungsi ruangan terlalu leluas maka bisa menggunakan trik seperti membuat partisi ruangan.

Untuk ruangan tidak bersentuhan langsung dengan air, seperti ruang tamu, kamar tidur atau ruang keluarga cocok menggunakan lantai berbahan keramik atau ubin. Sedangkan kamar mandi bisa menggunakan jenis keramik anti-selip agar tidak terpeleset.

  • Tersedianya Pembuangan Limbah

Motto “Buanglah sampah pada tempatnya” perlu dilestarikan dan ditanamkan sejak dini. Ini dapat melatih setiap orang agar tidak membuang sampah sembarangan. Membuang sampah dengan benar bisa dimulai dari rumah sendiri.

Rumah menghasilkan limbah setiap hari, baik itu limbah manusia maupun limbah rumah tangga berupa sampah. Idealnya, setiap rumah memerlukan tempat pembuangan limbah yang disesuaikan dengan jenisnya.

Rumah ideal harus memiliki septic tank sebagai tempat pembuangan limbah manusia. Begitu pula dengan limbah yang dapat mencemari tanah, diletakkan pada tempat tersendiri. Dalam proses pembuatannya, septic tank diletakkan agak jauh dengan pompa atau sumur air.

Tempat sampah yang tertutup sangat diperlukan untuk membuang sampah rumah tangga. Ini sangat diperlukan agar bau dari sampah tidak mencemari udara sehingga orang lain tidak terganggu dengan aroma tidak sedap.

Setidaknya diperlukan dua jenis tempat sampah, yaitu sampah organik dan anorganik. Kedua tempat sampah tersebut diletakkan untuk membedakan antara sampah yang mudah terurai dan sulit terurai. Indikasi perlu ditempel pada badan tempat sampah agar tidak salah saat membuang limbah.

Rumah ideal bukan berarti dinilai dari ukuran yang besar. Faktor paling penting adalah terpenuhinya kebutuhan penghuni rumah. Tidak ada tempat indah kecuali rumah yang aman dan nyaman ditinggali. Dengan terciptanya rumah yang ideal maka akan mendukung kesehatan anggota keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *