rumah adat bali

4 Karakter Arsitektur Rumah Adat Bali Untuk Hunian

Posted on

Kebudayaan Indonesia yang beragam tidak hanya dilihat melalui banyaknya jenis suku, tapi juga melalui bentuk bangunan. Salah satu bangunan yang unik adalah dengan gaya arsitektur rumah adat bali. Pulau Dewata ini memiliki pesona unik dari rumah bergaya tradisional yang selalu dijaga.

Jajaran rumah tradisional di Bali menunjukkan betapa kuat budaya dan keyakinan agama Hindu yang dianut oleh penduduk. Keunikan rumah tradisional tersebut sering dijadikan sebagai ide dalam membangun rumah modern. Setidaknya ada 4 karakter yang bisa dicontoh untuk hunian ala Bali.

  • Menyatu Dengan Alam

Ada yang mengatakan “Ke manapun dan sejauh apapun engkau pergi, tempat ternyaman adalah rumah sendiri”. Agaknya makna kata tersebut dibawa selalu oleh masyarakat Bali. Salah satu yang faktor yang membuat nyaman adalah rumah yang menyatu dengan alam.

Menyatu dengan alam sudah menjadi karakter dasar dari arsitektur rumah bergaya Bali. Rumah yang menyatu dengan alam menunjukkan keharmonisan. Ini semakin ditegaskan dengan memanfaatkan material dari alam, seperti kayu, bambu dan batu alam.

Material alami yang digunakan pada rumah modern dengan sentuhan Bali diharapkan mampu menciptakan keharmonisan antar elemen. Dapat diaplikasikan dengan menyusun batu alam pada lantai halaman belakang. Boleh juga diaplikasikan pada tepian kolam renang.

Untuk menambah kesan menarik, halaman belakang bisa juga dimanfaatkan sebagai taman. Keindahan taman belakang akan terasa nyaman apabila ditambahkan beberapa jenis tanaman, seperti pohon pisang kipas sebagai point of view dan rerumputan kecil.

Deretan kursi kayu bisa ditambahkan pada area taman maupun teras rumah dengan jumlah yang disesuaikan. Kursi berbahan kayu tersebut akan menampilkan keharmonisan dari kebersamaan kehidupan antara manusia. Penataan kursi yang menghadap taman dapat menambah rasa syukur atas keindahan alam.

Keberadaan tanaman-tanaman kecil dan rerumputan dapat menunjukkan kesan kesederhanaan. Dengan begitu, rumah modern bergaya arsitektur khas Bali bisa terwujud. Sekaligus menampilkan konsep harmonis yang dapat mempengaruhi kehidupan seluruh penghuni rumah.

  • Kesakralan

Rumah bergaya arsitektur Bali tidak dibuat secara asal dan dekat dengan kesakralan. Hal ini dapat ditunjukkan melalui bangunan Pamerajan yang biasa digunakan oleh masyarakat Bali untuk berdoa. Karena merupakan peninggalan masa lampau, tak heran apabila kental dengan unsur kebudayaan.

Kesakralan ini juga tak lepas dari masyarakat Bali yang hidup di kota lain. Kebanyakan dari mereka melakuan ibadah secara rutin. Kebiasaan ini bisa terlihat pada bangunan rumah modern bergaya Bali yang pemiliknya selalu menyediakan tempat tersendiri untuk berdoa.

  • Ornamen Ukiran

Keunikan yang dapat ditemui saat berjalan-jalan di pulau Dewata adalah jajaran rumah adat bali yang menampilkan ornamen-ornamen unik. Setiap rumah di Bali memiliki desain interior yang sangat berkarakter. Hal tersebut akan membuat takjub siapapun yang melihat.

Ornamen khas Bali dapat diaplikasikan pada rumah modern untuk menghiasi setiap dinding rumah. Selain ornamen pahatan, ukiran juga menjadi daya tarik tersendiri. Ukiran tersebut akan tetap menampilkan kesan menarik meski berwarna kontras dengan dinding rumah.

Ornamen berupa ukiran dan pernak-pernik pada rumah tradisional Bali dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat, yaitu agama Hindu. Dilihat dari sejarah, ukiran tersebut merupakan bentuk peninggalan dari agama Hindu Majapahit. Bentuk ukirannya pun tidak lepas dari alam, seperti daun atau bunga.

Awalnya, ukiran ini hanya menghiasi tempat ibadah. Hanya saja seiring dengan perkembangan jaman, bergeser menjadi hiasan interior rumah. Setiap ornamen tersebut dijadikan masyarakat Bali sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan yang menciptakan alam semesta.

  • Kerapian Tata Letak Ruangan

Arsitektur rumah tradisional Bali yang bisa diterapkan dalam membangun rumah modern adalah penataan ruang yang rapi. Bagi masyarakat Bali, tata ruang yang baik dapat mewadahi perkara kehidupan. Hal ini telah dilakukan secara turun temurun.

Agar memperoleh keselarasan hidup, maka perlu dibentuk keseimbangan dalam pembagian ruangan. Dalam hal yang satu ini, masyarakat Bali menerapkan filosofi “Tri Angga. Terdapat tiga tingkatan penerapan filosofi ini, yaitu utama, madya dan nista.

Perpaduan konsep antara rumah modern bergaya Bali, mengalami pergeseran menjadi ruang untuk publik, ruang semi publik dan ruangan pribadi. Penerapan pengaturan tata ruang harus sesuai dengan urutan agar memperoleh keseimbangan.

Penataan rumah yang selaras dimulai dari halaman yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik. Di halaman ini bisa dijadikan sebagai tempat yang bisa diakses oleh siapa saja. halaman bisa menjadi tempat nyaman bagi anggota keluarga melakukan kegiatan bersama.

selain itu anda bisa menggunakan partisi ruangan ketika ruangan yang anda didesain terlalu besar.walaupun dengan partisi ruangan ini tetapi nuasa adatnya masih tetap

Kemudian dilanjutkan dengan teras sebagai ruangan semi publik. Teras bisa digunakan sebagai tempat berkumpul anggota keluarga untuk sekedar mengobrol santai sambil minum teh di sore hari. Lebih nyaman apabila dilengkapi dengan kursi kayu panjang.

Tak heran rumah adat bali memiliki tempat tersendiri di hati wisatawan karena ciri khasnya yang unik. Bahkan banyak orang yang mengusung konsep rumah adat ini sebagai perpaduan dalam membangun hunian modern di perkotaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *